Author : Park^Cheonsa
Genre : Romance, Comedy, ㅁLove/ Square Love
Rating : PG 15
Main Cast :
- Oh Sehun [EXO]
- Park Minji [OC]
- Park Chanyeol [EXO]
-Kim Haneul [OC]
Length : Chaptered
Disclaimer : cerita ini hanya fiksi dan murni ide dari otak saya. Jadi, jika ada kesamaan apapun itu, entah peran, karakter atau bahkan plotnya saya benar-benar minta maaf, karena saya tidak tahu menahu tentang hal itu. Dan semoga FF ini bisa menghibur kalian semua! Gomawo yo~~ Just Enjoy it
When Our Square Love starts Here..
So complicated like a theory can’t Finished..
Minji Pov.
Seperti biasanya aku menyambut pagi yang cerah ini dengan senyuman bahagia , aku berjalan menyusuri koridor sekolah. Entah ,aku tak tahu mau kemana. Perpustakaan ? yah ,tempat aku sering bertemu seorang namja. Entah kenapa langkah kakiku membawaku ke tempat ini. Namja itu bernama Sehun , namja yang populer dikalanganku masih seperti biasanya , ia tetap duduk di bangku paling belakang sembari membaca bukunya . Buku apa? Akupun tak tahu. Akh! sudah lah kebetulan aku lagi di perpustakaan , lebih baik aku mengerjakan tugas atau setidaknya menambah tugasku .
“Aigoo~~ Kenapa kertas tugas-tugasku ini jadi jatuh begini? Dasar Minji babo” umpatku pada diri sendiri .Entahlah mungkin aku sudah gila hahah.
Author Pov.
Minji tengah membereskan kertas tugasnya yang bereserakan di lantai.
‘Aigoo~ Kenapa tidak ada yang mau membantuku sih? Apa mereka tidak punya perasaan?Aah sudahlah Ini juga kan karena kecerobohanku sendiri! Dasar Minji babo~’ Batin Minji.
Teng..teng..teng
Bel tanda masuk kelas pun berbunyi ..
“Eh ? kenapa cepat sekali sih? aku bahkan belum menambah tugasku , tapi tak apalah, kan tugasku sudah selesai.. Hehee.. Eh? Habis ini kan pelajarannya Kim Seonsangnim!! Argggghh … aku harus buru-buru ke kelas -_- ” ucap Minji dengan ekspresi yang terlihat panik. Ia langsung berlari dengan sekuat tenaga menuju kelasnya .
~æ~æ~æ~
Sehun beranjak dari kursi tempat ia duduk , ia berjalan dengan santai
menuju kelasnya , namun ia berhenti sejenak,karena merasa ada sesuatu
yang menghalangi pemandangannya .Ia menunduk untuk mengambil secarik
kertas yang menghalagi jalannya.“Park Minji? XI /B?” ucap Sehun dengan kerut dikeningnya. Setelah itu ia kembali melanjutkan perjalanan nya yang tertunda,dengan ‘santainya’
~æ~æ~æ~
“Haaahh .. untung saja aku tidak telat” ucap Minji dengan deru nafas yang masih tidak stabil .
“Yaak~ Park Minji !!!” teriak salah seorang yeoja berambut coklat kemerahan.
“Waeyo? Minji pun menoleh kearah Yeoja tersebut.
“Untung saja kau tidak terlambat Minji~ah , bisa-bisa kau jadi bahan tertawaan satu kelas .” celoteh Hyorim , yeoja yang tak lain dan tak bukan adalah sahabat dekat Minji.
“Hahaha~ Gwenchana, kan aku tidak telat Hyo~ah,, kkeunde tumben-tumbennya Kim seonsangnim belum datang? biasanya kan dia selalu datang 1 menit sebelum kelas dimulai?” tanya Minji.
“Molla~ Oh ya Minji~ah tugas sketsamu sudah selesai kan?” tanya Hyorim.
“Selamat Pagi anak-anak” suara berat Kim Seonsangnim memotong pembicaraan Minji dan Hyorim.
“Bagaimana dengan tugas kalian? Apakah kurang banyak?” tanya Kim Seonsangnim dengan seringaian diwajahnya.
“Ani Seonsangnim, sudah cukup” teriak para Namja yang berada di kelas Minji.
“Baiklah kalau begitu, sekarang keluarkan sketsa yang sudah kalian buat!”titah Kim Seonsangnim.
“Ye ~!“ jawab para siswa bersamaan.
“OMO!!” pekik Minji ,ia berteriak karena merasa bagian utama dalam tugas sketsanya menghilang .Sontak perbuatan Minji ini pun menyebkan ia menjadi pusat perhatian .Semua pasang mata tertuju padanya.
“Ada apa Park Minji? Apakah kau lupa membuat tugasmu?” selidik Kim seonsangnim tajam.
“A..aa..ani. seonsangnim “ Jawab Minji gelagapan.
“Serahkan tugasmu sekarang juga atau nilaimu 0!!!” bentak Kim Seonsangnim yang terkenal dengan Guru Killer disekolah.
“e..ee..~”
“Park Minji??” terdengar suara dari balik pintu kelas,dan keluarlah pangeran tampan yang membuat air surga menetes dari bibir yeoja-yeoja kelas Minji.
“Eh ?na??” tunjuk Minji pada batang hidungnya sendiri.
“Hohoho..waah-wah!! berani sekali , kalau mau pacaran jangan disini nak” kata Kim seonsangnim sembari melotot , mungkin matanya sudah hampir mau keluar.
“A..aa.niyo ,, kami tidak pacaran Seonsangnim”bantah Minji
“Ck.. mana sudi saya pacaran dengan BEBEK JELEK seperti anda agasshi” ucap Sehun dengan ekspresi datar namun penuh penekanan.
“Mworago?? BEBEK JELEK KATAMU?? Kau kira kau siapa huh??” bentak Minji yang langsung mendapat tatapan tajam dari para yeoja di kelasnnya. Melihat hal itu Bulu kuduk Minji langsung berdiri karena melihat tatapan tajam dari para Setan.
“Hei! Sudah untung aku mau mengantarkan kertas ini padamu“ balas Sehun Garang.
“e..e.eh Terima ..Ka..sih” ucap Minji dengan sedikit enggan.
Setelah mendengar ucapan terima kasih dari Minji , Sehun langsung pergi dari kelas Minji , ia tidak menuju kelasnya , melainkan menuju atap sekolah,sepertinya ia sedang membolos.
~æ~æ~æ~
Di kelas ..“Seonsangnim! silyehamnida, saya mau ke toilet sebentar” ucap Minji mengacungkan tangan kanannya , ia benar-benar tak tahan lagi menahan sesuatu yang membuat nya sangat gelisah.
“Pergilah” begitu mendengar kata ini , Minji langsung berlari dari tempat duduknya , hanya dalam kedipan mata ia sudah berada didalam toilet
~æ~æ~æ~
“Haaahh” Minji menghela nafas lega ,setelah mengeluarkan cairan yang sedari tadi membuatnya gelisah.“Okay Park Minji ,Let’s back to the class” ucap Minji pada dirinya sendiri .
Saat hendak melangkahkan kakinya menuju kelas, ia mendengar suara helaan nafas seseorang yang berasal dari atas atap sekolah.Minji mendongak . Setelah itu ia mengubah tujuannya menjadi asal suara tersebut.
~æ~æ~æ~
“Haaaahh.. Kenapa aku jadi berharap dia ada disini?” gumam Sehun
menyeringai, setelah itu ia tertawa. Entah tertawa untuk apa? Mungkin
dia sedang menertawakan kebodohannya dan nasib cintanya yang malang.“Kenapa menyeringai dan tertawa sendiri? sudah gila tuan??” ucap seorang Yeoja dari balik pintu, menuju atap sekolah.
“Bukan urusanmu” balas Sehun dingin.
“Eoh.. Arasso..arasso” ucap Yeoja itu mengangguk-anggukkan kepalanya. Ia berdiri tepat disamping Sehun , ikut menyaksikan pemandangan Sekolah mereka dari atap sekolah.
“Kenapa ada disini? Bukannya kau tadi dikelas?” tanya Sehun datar.
“Hmm ..aku hanya mampir sebentar karna melihatmu ada disini ,lagian nilai-nilai ku juga sudah cukup bagus ,membolos ?” tanya yeoja yang bernama lengkap Park Minji , Yeoja yang tak lain adalah sahabat Sehun dari kecil.
“Eum , aku sedang bosan , kenapa dari dulu kau tak berubah Minji? “ ucap Sehun mengacak-acak rambut Minji.
“Yaakk!! Rambutku jadi berantakan babo!Oh ya, apa-apan tadi itu!?!! aktingmu keterlaluan sekali , Mworago ?? kau bilang aku BEBEK JELEK!!? Aikh.. Neo nappeunniya” gerutu Minji sebal.
“Bukankah itu Fakta? Nona BEBEK”ucap Sehun yang langsung mendapat pukulan dari Minji.
“Yakk!! OH SEHUUNN!!!! “Teriak Minji geram sembari memukuli badan Sehun dengan botol yang ada ditangannya.
“Hei, Geumanhe!” ucap Sehun berusaha menghindar dari pukulan Minji.(Hei,Berhenti!)
“Yakk!! Oh Sehun!! KAU MAU LARI KEMANAAAA???!!” pekik Minji berusaha mengejar Sehun yang berlari ke bawah.
“Ada apa nona Bebek?Mau mencoba mengejarku?“ Sehun masih terus berlari dari kejaran Minji.
“YAKK!! Dasar !!” teriak Minji berusaha mengejar Sehun.
Tiba-tiba badan Minji tertabruk dengan seseorang dan ia terjatuh kelantai.
“Aww.. Aphoo~~” ringis Minji sembari memegangi kaki dan tangannya yang lecet akibat hal itu, melihat hal tersebut Sehun yang awalnya berlari pun berhenti.
“Kenapa kau disini Park Minji ?bukankah seharusnya kau ada kelas Park Minji?” tanya Guru Piket yang sukses ditabrak Minji.
“Eh..oh..ah.. mm..a.a..ku”
“Woah .. Ternyata dugaanku selama ini salah ,awalnya kukira kau termasuk siswi teladan ,tapi ternyata kau suka membolos juga ya Park Minji” omel Guru Piket itu menggeleng-gelengkan kepalanya.
“A..aani geugo..”ucap Minji gelagapan.
“Oh Sehun! apa kalian membolos berdua?!Wah.. Berani kali.. pasti kau duluan yang mengajak Minji membolos ?! Kau ini benar-benar …-“
“Geu..geugo aniya Seonsangnim,tadi kebetulan saya bertemu Sehun di jalan ,mungkin dia baru selesai dari toilet, yang membolos itu aku, aku ! Seonsangnim”ucap Minji bohong.
“Hohoho.. Aku tak menyangka siswa sepertimu bisa berbuat seperti itu Park Minji..! Kalau begitu kau harus diberi hukuman!” kata guru piket tersebut marah.
“Oh Sehun ! Untuk apa kau masih disini ?! Cepat kembali ke kelasmu!” bentak Guru piket tersebut.
Sehun tidak menjawab guru piket itu. Ia hanya berjalan meninggalkan Minji dengan ekspresi datarnya menuju kelasn .Tanpa membela Minji Sedikitpun .
~æ~æ~æ~
Seeorang Yeoja tengah sibuk membersihkan toilet sekolah. Peluh-peluh
sudah bercucuran dari tubuhnya. Bayangkan saja sudah berjam-jam yang
lalu ia sibuk membersihkan kamar mandi seorang diri , sebagai hukuman
untuk kebodohannya karena telah membela seseorang yang tak seharusnya ia
bela.“Minji ~ah” teriak seorang yeoja dengan rambut coklat kemerahan yang terurai.
“Ne?” Yeoja yang satunya lagi pun menoleh, karena merasa namanya dipanggil.
“Hukumanmu sudah selesai?” tanya Yeoja yang bernama Jung Hyorim –Sahabat dekat Minji-
“Ani.. Seperti yang kau lihat.. Membersihkan toilet ke 7” ucap Minji tanpa mengalihkan pandangannya dan terus mengepel lantai kamar mandi ini.
“Mworago? Aigo~ Minji~ah lihat ! keringatmu sudah bercucuran dimana-mana?? Pakai ini” ucap Hyorim menyodorkan sapu tangannya.
“Gomawo.. Hyo~ah” ucap Minji menerima sapu tangan yang diberikan Hyorim sembari mengeluarkan senyumannya.
“Yakk~! Park Minji .. Kenapa Sehun itu keterlaluan sekali sih? Satu, dia tidak membelamu sedikitpun, dua, Kenapa setiap berpapasan disekolah dia selalu tidak melihatmu ataupun menyapa ?!Seperti orang yang tak saling mengenal saja! Padahal katamu dia sahabat kecilmu kan?aku tidak menyangka Oh Sehun itu orang yang seperti itu!Coba saja kalau dia mau membantumu ,pasti hukumannya jadi tidak seberat ini” celoteh Hyorim Sebal.
“Yakk~ Tidak perlu bicara seperti itu Hyo~ah ,Sehun itu baik kok ,untung saja aku yang kena hukuman , Kalau sampai Sehun? kan kasihaan” ucap Minji yang membuat Hyorim mengerang di tempatnya.
“Aigoo~ ya, Park Minji ?Apa ada yang salah dengan saraf otakmu?itu “tanya Hyorim memastikan.
“Hei.. Kenapa kau bicara seperti itu >.<! Aigoo~ badanku pegal sekali!” ucap Minji memukul-mukul pundaknya.
“Sudah sini ! Biar aku saja yang kerjakan” ucap Hyorim merebut alat pel yang tadinya Minji pegang.
Teng..teng..teng..
Bel tanda masuk kelaspun berbunyi..
“Lihat tuh.. Belnya sudah bunyi.. Nan gwenchana Hyo~ah “ ucap Minji kembali mengambil alat pel yang di ambil Hyorim dari tangannya.
“Tapi.. kau tidak apa sendirian , Minji~ah?” tanya Hyorim cemas.
“Gwenchanayo~ Hyorim~a palli ga ! Hush..hushh” Minji mendorong Hyorim keluar dari kamar mandi setelah itu mereka pun tertawa.
“Hahah.. kau kira aku kucing eo? Minji ~a Hwaiting!” ucap Hyorim mengepalkan tangannya , berusha memberi semangat untuk sahabatnya ini, setelah itu ia pun kembali kekelasnya.
Beberapa Menit Kemudian…
“Eh?Airnya sudah kotor” gumam Minji ,ia hendak mengganti air kotor tersebut dengan air bersih .Namun apa daya?Keran yang ada di toilet itu rusak.
“Aigoo~~ Keran yang baik hati, berkompromi denganku sekali ini saja ya” ucap Minji pada keran air yang jelas-jelas adalah benda mati yang tak bisa bicara ._.
“Fine! Kita akan ganti air di toilet lain ! Hwaiting Minji~a!” ucap Minji menyemangati dirinya sendiri, sembari melap peluh-peluhnya yang terus bercucuran .
~æ~æ~æ~
Minji berjalan menuju toilet lain , bermaksud untuk mengganti air pel
yang berada di ember yang sedang dipegangnya. Namun langkahnya
terhenti ,karena melihat seorang namja yang tengah berjalan kearahnya.“Sehun ~ah!” panggil Minji pada namja itu.Namun reaksi namja itu hanya mengabaikan panggilannya. Ia hanya melihat Minji sekilas dan berjalan melaluinya begitu saja .
‘Sehun~ah ,apakah aku terlalu menjijikkan untuk dilihat? Kenapa kau tidak mau memandangku ?apa kau tidak dengar aku memanggilmu? Atau mungkin tidak melihatku? Atau kau benar-benar menganggapku tidak ada ..?” Batin Minji.
“Oh Sehun .. Apa kau masih memikirkan yeoja itu? Atau karena perjodohan bodoh itu eo?Kenapa tidak mau memandangku sediktpun Sehun~ah? “ Batin Minji sambil melihat cincin yang melingkar dijari manisnya.
“Park Minji!!” panggil suara berat seorang Namja, sembari berlari-lari kearah Minji
“Eh?” merasa terpanggil , Minji pun menoleh kearah suara yang memanggilnya.
Dalam hati ,Minji berharap orang yang memanggilnya itu adalah Sehun.
“Haahh..” Minji menghela nafas karena harapannya tak terkabul.
“Wae geurae?Kenapa ekspresi mu kecewa seperti Itu Minji?” tanya namja itu dengan alis bertaut.
“A..aa.ni sunbae! tidak ada apa-apa kok” jawab Minji
“O” Namja itu membulatkan bibirnya. Menandakan ia mengerti.
“ haha” tawa Minji.
“Sedang apa? Apakah kau sedang dihukum?”tanya Namja itu.
“Eung.. Seperti itu lah” jawab Minji asal.
“Eoh.. Tumben-tumbennya “ balas Namja itu.
Namja itu melihat peluh yang ada di sekujur tubuh Minji .
“Park Minji ! kebetulan aku juga sedang dihukum ! Ayo kita kerjakan bersama” ucap Namja itu bohong.
“Jinjja? Apa sunbae dihukum juga?” tanya Minji Memastikan.
“Hehe .. Begitulah” ucap Namja itu sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.
“Baiklah kalau begitu.. ayo ..Hehe.. “ ucap Minji sumringah ,karena pekerjaannya jadi tak seberat sebelumnya.
Namja itu hanya membalasnya dengan senyuman lembut ,karena ia senang melihat yeoja yang berada dihadapannya tersenyum senang.
“Kajja” kata Namja itu.
“Chanyeol sunbae ..Jeongmal Gamsahamnida” ucap Minji sambil membungkukkan kepalanya.
“Tidah usah bersikap formal seperti itu” kata Chanyeol
“Eh? Ne!” Balas Minji.
Mereka berdua –Chanyeol & Minji – membersihkan toilet bersama2 , Minji yang awalnya merasa bosan kini sangat senang dengan kehadiran Chanyeol , Mereka membersihkan toilet sambil bercanda gurau memecahkan kecanggungan yang ada.
~æ~æ~æ~
Setelah Selesai menyelesaikan hukumannya Minji kembali kekelasnya untuk mengambil tasnya . Bermaksud bersiap-siap pulang.
Di Kelas…
“Yakk! Park Minji ! “ panggil Seeorang yeoja.
“Waegeurae? Hyo~ah?” tanya Minji.
“Aku baru mau menghampirimu , cepat sekali selesainya?” tanya Hyorim bingung.
“Tadi aku dibantu Chanyeol sunbae.. Makanya cepat selesai” jawab Minji sambil tersenyum kearah Hyorim.
“JEONGMALYO?????” pekik Hyorim kaget.
“Euhm.. wae kau menyukainya?” tanya Minji pada Hyorim.
“Aniyo.. aku hanya mengagumi nya! Bukankah dia itu keren sekali? Aigoo~ Kau beruntung sekali Minji ~ah, Sunbae itu seumuran dengan kita kok, hanya saja dia masuk kelas akselerasi, sehingga dia loncat satu tingkat diatas kita” terang Hyorim.
“Jinjja?Apa kau mengenalnya Hyo~ah?” tanya Minji menggandeng tasnya bermaksud ingin segera pulang.
“Ani ,aku mengenalnya tapi pasti dia tidak mengenalku, Singkat kata Chanyeol sunbae itu ‘Populer’ haha! Kau mau pulang Minji~a?” tanya Hyorim .
“Eo” angguk Minji.
“Bawa payung?’Tanya Hyorim lagi.
“Bawa,memangnya kenapa?” tanya Minji dengan ekspresi bingungnya.
“Yakk~ Babo! Lihat ke jendela sana! Sekarang itu hujan tau!” balas Hyorm
“Untung aku bawa payung ,tapi payungnya di loker, Mau pulang bersama?” Tawar Minji pada Hyorim
“Ani! Jonghyun Oppa sudah menungguku diluar”balas Hyorim.
“Oh.. Lagi mesra-mesra nya nih yee..ahaha” goda Minji. Namun hanya dibalas dengan semburat merah yang berada dipipi kanan dan kiri Hyorim.
“Annyeong Hyo~Ah” lambai Minji pada Hyorim.
Minji berjalan keluar kelasnya dan berjalan menuju tempat dimana semua loker siswa dan siswi XI berada. Ia mengambil payungnya dari dalam lokernya dan berjalan menuju suatu tempat.
~æ~æ~æ~
Kini Minji sedang berada di koridor kelas Sehun, sudah lebih dari 30 menit ia berdiri di depan kelas Sehun.“Anak-anak yang lain sudah keluar kenapa dia belum keluar juga?” ucap Minji gelisah.
Setelah semua siswa yang berada dikelas Sehun keluar, Barulah Namja ini menampakkan batang hidungnya.
“Eoh? Sehun ~ah!” Panggil Minji.
Sehun pun menoleh karena merasa namanya dipanggil.
“Kau bawa payung?” tanya Minji.
“ani” jawab Sehun datar.
“Jeng..jeng.. Aku bawa payung “ ucap Minji sambil menggoyang-goyang kan Payung yang sedang berada ditangannya sembari tersenyum kearah Sehun..
“Lalu?” tanya Sehun singkat.Ia pun terus berjalan meninggalkan Minji .
“Lalu?? Ayo pulang bersama .. Rumahmu dan rumahku kan bersebelahan, bukankah hari ini kita ada pertemuan dirumahku ?”ucap Minji mengekori Sehun dari belakang.
“TENTU SAJA AKU TIDAK MAU ! PERGI PULANG SANA” bentak Sehun setelah mereka sampai di depan gerbang sekolah.
“Tapi..kau kan tidak bawa payung Sehun~ah” ucap Minji khawatir.
“Lalu? Apakah ada kaitannya denganmu?”
“Sehun~ah, Mari pulang bersa..-” ucap Minji mencondongkan payung yang sudah ia kembangkan kearah Sehun agar Sehun tak kehujanan , namun ditepis kasar oleh namja ini..
“APA KAU TULI BODOH? Aku bilang aku tidak mau !” teriak Sehun langsung pergi meninggalkan Minji.
‘Sehun~ah.. Kenapa sikapmu seperti ini padaku? Kalau Haneul yang mengajakmu pulang bersama apa kau akan menolaknya?’ pikir Minji disertai dengan aliran sungai kecil dipipinya .Namun aliran itu seperti air Hujan yang juga jatuh dipipi Minji ,karena Payung yang melindungi tubuhnya dari hujan sudah jatuh bersentuhan dengan tanah, beriringan dengan tangannya yang tak kuat menahan payung yang dipegangnya.Minji memerosotkan tubuhnya ke tanah.
“Nappeun Saramiya.. Hiks..hiks” Minji terus menangis sesungukan , mengeluarkan seluruh isi hatinya.
~æ~æ~æ~
FLASHBACK“Haneul~ah.. Gajima~” ucap Sehun menahan pergelangan tangan seorang yeoja berparas cantik dengan wajah menangkan .
“Lepaskan aku Oh Sehun !!” bentak Yeoja itu.
“Aku menyukaimu Haneul~ah”ucap Sehun dengan mata yang berkaca-berkaca.
“Mworago?? Hahaha tidak usah bercanda kita ini T-E-M-A-N ,selamanya akan selalu jadi teman Oh Sehun! Aku KIM HANEUL tidak pernah menganggapmu lebih dari teman ! Arasso?” tegas yeoja itu langsung pergi meninggalkan Sehun yang sedang berlutut dihadapannya. Tanpa mereka sadari ada seorang yeoja yang tengah memperhatikan mereka .
“Sehun~ah Uljimaya .. Jangan menangis karena yeoja itu..” Gumam gadis itu menutupi mulutnya untuk menahan air matanya.Gadis yang membuntuti mereka adalah Park Minji –Sahabat kecil Sehun-.
~æ~æ~æ~
Sehun Pulang dalam keadaan kesal,sedih dan marah, semuanya bergejolak didalam hatinya.
“Sehun~ah, ada yang mau appa bicarakan “ panggil appa Sehun Tn.Oh .
“Jeosonghamnida.. Aku sedang tidak mood appa” balas Sehun dingin.
“Anak ini! Kau belajar sopan santun dimana? huh? Jaga bicaramu .. “ titah Appa Sehun.
Sehun pun hanya menuruti perkataan appanya. Disamping appanya ada eomma Sehun yang sedang duduk dengan anggun.
“Ada apa? Tumben sekali berkumpul seperti ini”tanya Sehun.
“Sejak Kecil appa , dan appa Minji sudah menjodohkan kau dengannnya, Sebab itu kau dan Minji menjadi sahabat kecil , Jadi sekarang appa ingin berterus terang padamu” Kata Appa Sehun.
“Mworago??”tanya Sehun Kaget.
“Sehun~ah Minji itu gadis yang baik,bukankah kau dengan nya sudah dekat.. Eomma lihat dia memang cocok untuk menjadi istrimu kelak,lagian sekarang ini kalian hanya harus bertunangan” Sambung eomma Sehun.
“Berikan aku waktu untuk berfikir, Permisi .. Aku ke atas dulu” balas Sehun beranjak menuju kamarnya.
Didalam Kamar Sehun terus menimbang-nimbang keputusan apa yang harus ia ambil.
Di balik ekspresi wajahnya yang datar itu.. Terlintas Moment-moment dimana Haneul menolaknya dan wajah polos Minji yang tengah tersenyum kearahnya
“Baiklah ,karna ini hanya pertunangan .. aku akan mainkan peranku dengan selayaknya.”ucap Sehun menyeringai.
Sehun turun menuju ruangan kerja appanya..
Tok..tok..
“Masuk”
“ appa .. aku akan menerima pertunangan itu” ucap Sehun setelah masuk dan berdiri tepat didepan appanya.
“hohoho, baguslah kalau begitu! Kau memang anak appa yang luar biasa Sehun~ah ,kalau begitu lusa kita akan bertemu dengan Minji dan appanya.. Nanti appa akan menelfonnya untuk membicarakan hal ini” Balas Appa Sehun Sumringah
“Ne” Ucap Sehun meninggalkan appanya
~æ~æ~æ~
Di tempat lain ..Seorang yeoja tengah menangis sesungukan ..
“Sehun~ah , ternyata yeoja yang selama ini kau ceritakan padaku memang yeoja itu.. Aku tidak menyangka kau bisa menangis dan berlutut dihadapannya seperti tadi, Kenapa aku bodoh bisa menyukaimu eoh?” ucap Minji sambil berdiri didepan kaca dan melihat betapa bodohnya dirinya
Ia memerosotkan dirinya ,untuk menahan pasukan air mata yang akan keluar dari pelupuk matanya.
“Sehun!! Neo babo~ya ,Kenapa menangis karena yeoja itu eoh? A..a.a.ku sangat mencintaimu Oh Sehun! Kenapa kau tidak bisa melihatku huh?!” Pekik yeoja itu , Tangisan nya menjadi semakin kencang.
Setengah jam berlalu..
Yeoja itu berdiri dan menghapus air matanya. Ia berusaha untuk tertawa.
“Park Minji .. Kau harus melupakannya eoh?Aku Park Minji! Aku harus kembali menjadi Minji yang dulu.. Tapi apa aku bisa ya? Ani .. Aku pasti bisa! Mungkin sekarang saatnya untuk menjaga jarak dari Sehun” Ucap Minji meyakinkan dirinya.
Minji menuju pintu kamarnya ,ia hendak pergi kedapur untuk mengambil segelas air putih ,karena tenggorokannnya sudah kering karena habis menangis.
Brukk..
“aww,, “ Ringis Minji memegang Dahinya yang terjedot pintu,karena seseorang juga tengah membuka pintu kamarnya.
“Gwenchana? Aduh.. Minji~ya maafkan appa ne?”
“appa! Ada apa ? Tumben2 nya appa mau kekamarku?”
“appa hanya ingin bilang ,Lusa kita akan mengadakan pertemuan degan keluarga Tn.Oh”
DEG
Jantung Minji hampir mau copot, bayangkan saja.. Baru beberapa menit yang lalu ia mau melupakan Oh Sehun,dan sekarang ia harus bertemu dengannya lagi ?
“Tn.Oh? Apakah Tn.Oh appanya Sehun?”tanya Minji
“eumm..”jawab appa Minji sambil mengangguk.
“ apa yang terjadi?”
“Kita akan membicarakan tanggal pertunanganmu dengan Sehun”
“MWO? Appa~ Jangan bercanda” Teriak Minji Kaget.
“Kenapa harus bercanda? Apakah appamu ini typical orang yang suka bercanda Minji~ya?”
“Ani..ani ,Memangnya apa tanggapan Sehun?” Tanya Minji sambil menundukkan kepalanya ,harusnya ia tidak menanyakan hal ini,karena pasti appanya akan bilang Sehun menolaknya mentah-mentah .Karna yang Ia tau Sehun mencintai Yeoja lain.
“Tentu saja ia menerimanya! Kalau tidak untuk apa ?Appa bilang padamu eo?”
“Jinjja?? “tanya Minji Histeris.
“Ya! Apakah kausesenang itu?” Tanya Appa Minji.
“Eh.. ii.. ya.. eh. Tidak.. Biasa saja “ ucap Minji berusaha bersikap biasa.
~æ~æ~æ~
2 Hari Berlalu..Keluaga Sehun sudah menunggu Minji dan appanya di sebuah restoran Mewah yang berada di Seoul.
“Tn.Park!” teriak Appa Sehun .
“Hei, Tn.Oh .. apa kabar?” ucap Tn.Park-Appanya Minji- menjabat tangan Tn.Oh –Appa Sehun-.
“Tentu saja baik.. Bagaimana aku bisa tidak baik ..kalau akan mempunyai Besan sepertimu ..hahah Mari duduk” Ucap Tn.Oh ramah, mendengar hal itu Sehun hanya menyeringai di tempat ia duduk
“Annyeonghaseyo” ucap Sehun memberi salam terhadap Tn.Oh.
”Wahh.. Sehun.. Sudah lama sekali kita tidak bertemu , Ternyata Minji Benar .. sekarang kau tumbuh menjadi namja yang tampan” Puji Tn.Park. .. Minji langsung menyenggol Lengan Tn.Park.
“biasa saja ahjusshi” balas Sehun sambil tertawa.
“Putrimu juga semakin hari- semakin cantik Tn.Park? Hampir Setiap hari kulihat yeoja cantik ini datang untuk membawakan istriku makanan yang katanya ia masak sendiri”Ucap Tn.Oh pada Minji.
Minji Hanya tersenyum malu ,mendengar pujian dari appanya Sehun.
Mereka pun duduk dengan makanan yang sudah penuh di meja,
“Jadi ,kapan bagusnya hari pertunangan mereka?? Bagaimana menurutmu Minji~ya?” Tanya appa Sehun kepada Minji.
“Aku hanya ikut appa saja” Jawab Minji tersipu.
“Sepertinya lebih baik 3 hari setelah hari ini,bagaimana?” usul appa Sehun lagi.
“Ide yang bagus!” Jawab Appa Minji.
Setelah makan malam berakhir Sehun disuruh untu mengantarkan Minji pulang karena appa Minji harus kembali ke Taipei untuk mengurus Bisnisnya yang sedikit bermasalah.
Dijalan..
Minji yang biasanya tidak pernah merasa secanggung ini terhadap Sehun,Kini tengah duduk canggung di bangku Mobil Audi Putih Milik Sehun.
“Bersikap seperti biasa saja” Ucap Sehun Datar tanpa memandang Minji yang ada disampingnya.
“Eh..hmm..Baiklah.. Apa kau benar-benar setuju Sehun ~ah?” tanya Minji ragu-ragu.
“Tentu saja tidak! kau tidak setuju juga kan?” balas Sehun.
Kreekk..bletarrr..
Rasanya Petir telah menyambar hati dan Jantung Minji. Ribuan Pisau menusuk Jantung Minji disaat yang bersamaan.
“hey, Minji ! Kenapa diam Saja ?Jangan bilang kau setuju ?”tanya Sehun dengan Ekspresi kaget.
“ehm.. lalu untuk apa menerima pertunangan ini?”tanya Minji berusaha bersikap seperti biasa .
“Hanya memanfaatkan apa yang harus Kumanfaatkan” jawab Sehun menyeringai.
Barusaja Minji ingin menanyakan Maksud dari perkataan Sehun . Mobil Sehun sudah sampai didepan rumahnya.
“Sudah sampai ,pulanglah .. aku juga sedang capek!Oh ya .. Bersikaplah seperti kau sama sekali tidak mengenalku disekolah! Arasso?!” titah Sehun.
“Eh? Wae?” Tanya Minji dengan ekspresi tidak suka.
“Tak usah banyak Tanya! “jawab Sehun marah.
“baiklah aku pulang dulu.. Hati-hati dijalan” ucap Minji hendak turun dari mobil Sehun, namun sebuah tangan yang lebih besar dari tangannya mengehentikannya. Minji Pun menoleh kearah Sehun.
“Wae do? Apa lagi?” Tanya Minji.Sehun tidak menjawab pertanyaan Minji,Ia hanya mendekatkan wajahnya dan wajah Minji sehingga memperkecil jarak antara mereka, Sehun mengeliminasi jarak yang sudah lebih kecil dari 3 cm . Minji yang kaget sekaligus kaget melihat Sehun hanya membelalakkan matanya.
Cup..
Sehun hanya mencium bibir Minji kilat. Badan Minji kaku ditempat, bibirnya kelu tak tahu harus berkata apa. Sehun hanya tertawa melihat Minji yang sudah membeku ditempatnya,
“Haha.. Cepat pulang sana!” titah Sehun.
Minji tak sanggup menjawab pertanyaan Sehun ia hanya menurutinya dan masuk kerumahnya.
Didalam Mobil..
Sehun tidak henti-hentinya mengeluarkan Seringaiannya.
“Bukankah aku harus melakukan peranku ?” Ucap Sehun entah bicara pada siapa. Setelah itu ia menyeringai.
Flashback END
~Prisoner Of Love~
To Be Continued

Tidak ada komentar:
Posting Komentar